Warga menduga pengembang berpotensi meraih keuntungan ganda, baik dari pungutan IPL yang tinggi maupun dari aktivitas komersial homestay, sementara beban sosial dan risiko justru harus ditanggung oleh penghuni tetap.
Sejumlah warga menegaskan bahwa pengelolaan kawasan seharusnya mengedepankan prinsip keterbukaan, keadilan, dan musyawarah. Minimnya penjelasan resmi serta absennya dialog terbuka dari pihak pengembang dinilai semakin memperdalam kekecewaan warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Central Group belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi terkait tuntutan dan keluhan warga The Icon Central. (iman)










