Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri saat ini memprioritaskan pengembangan empat sektor strategis sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Sektor pertama adalah industri pengembangan kawasan dan manufaktur yang diarahkan pada perluasan kawasan industri, pembangunan infrastruktur pendukung, serta hilirisasi komoditas untuk memperkuat rantai pasok industri.
Sektor kedua merupakan industri energi terbarukan, khususnya biogas, sebagai bagian dari transisi menuju ekonomi hijau. Pengembangan energi bersih dinilai akan meningkatkan daya saing kawasan industri sekaligus memenuhi kebutuhan energi bagi sektor manufaktur modern.
Prioritas berikutnya adalah industri perakitan (assembling), terutama pada sektor elektronik dan teknologi yang selama ini menjadi kontributor utama ekspor Kepulauan Riau. Penguatan industri ini diyakini akan meningkatkan nilai tambah produk manufaktur sekaligus memperbesar peluang ekspor.
Sementara sektor keempat adalah pengembangan data center yang dinilai memiliki prospek sangat besar. Posisi strategis Batam dan Kepulauan Riau yang berdekatan dengan pusat ekonomi regional menjadikan wilayah ini sebagai salah satu kandidat utama hub pusat data di Asia Tenggara, seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital global.
Nyanyang menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dengan investor internasional akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi Kepri dalam beberapa tahun ke depan. Selain meningkatkan realisasi investasi, proyek-proyek baru juga diproyeksikan mampu memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan daya saing industri daerah.










