Kepri Perkuat Kompetensi Manajer Koperasi Merah Putih untuk Mendorong Ekonomi Desa Berkelanjutan

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau yang juga Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri, Riki Rionaldi, S.STP., M.Si
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau yang juga Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri, Riki Rionaldi, S.STP., M.Si

Hasil evaluasi juga menunjukkan pemahaman mengenai model bisnis yang mampu menghasilkan pendapatan dan keuntungan secara berkelanjutan masih perlu ditingkatkan.

Di sisi lain, penguasaan terhadap indikator keuangan seperti omzet, laba, arus kas, Return on Investment (ROI), hingga Break Even Point (BEP) juga masih menjadi tantangan yang harus diperkuat melalui pelatihan lanjutan.

Kemampuan melakukan analisis risiko usaha, menghitung kebutuhan modal, memperkirakan masa pengembalian investasi, hingga menyusun skenario mitigasi risiko juga dinilai menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki setiap manajer koperasi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Pos Indonesia dan BTN Batam Perkuat Sinergi, Sinkronkan Program Tabungan dan Layanan Keuangan

Tidak kalah penting, para manajer diharapkan mampu membaca arah pengembangan bisnis koperasi, membangun keunggulan kompetitif, serta membentuk organisasi yang didukung sumber daya manusia kompeten dengan pembagian tugas yang jelas.

Menurut Riki, Camp Diklat merupakan fondasi awal dalam membangun SDM koperasi yang profesional. Namun, untuk menghasilkan koperasi yang benar-benar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, diperlukan program lanjutan berupa mentoring, coaching, pendampingan penyusunan rencana bisnis, praktik analisis keuangan, validasi pasar, hingga evaluasi kinerja usaha secara berkala.

“Dengan pendampingan yang berkelanjutan, para manajer koperasi tidak hanya memahami konsep koperasi, tetapi juga mampu membangun unit usaha yang sehat, menguntungkan, dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Riki. (Iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *