Beberapa penumpang mengaku kerap mengetahui besaran biaya tambahan hanya saat membeli tiket, sehingga sulit membuat perencanaan keuangan jangka panjang.
Masyarakat berharap adanya evaluasi kebijakan fuel surcharge agar lebih berpihak pada penumpang, khususnya pekerja komuter yang rutin bepergian setiap bulan. Usulan seperti tarif khusus pekerja lintas negara hingga skema subsidi transportasi mulai disuarakan.
Warga menilai mobilitas lintas negara dari Batam tidak hanya kebutuhan individu, tetapi juga bagian dari ekosistem ekonomi kawasan. Karena itu, kebijakan tarif transportasi dinilai perlu mempertimbangkan daya beli masyarakat agar aktivitas ekonomi tetap berjalan sehat dan berkelanjutan. (Iman Suryanto)









