Kadin Kepri Susun Strategi Ekonomi 2026-2031, Investasi hingga UMKM Jadi Prioritas

Kadin Kepri juga akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat, Kadin Indonesia, dunia pendidikan, lembaga keuangan, BUMN, BUMD, asosiasi usaha, investor serta mitra internasional.

“Kolaborasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan,” ujarnya.

Program Kerja Harus Punya Target

Bacaan Lainnya

Dalam Rapimprov 2026, jajaran Kadin Kepri akan membahas program kerja untuk periode 2026-2027.

Mustava meminta seluruh Wakil Ketua Umum, Ketua Komite Tetap, Kadin kabupaten/kota dan jajaran organisasi tidak sekadar menyusun daftar kegiatan.

BACA JUGA:  Pesan Wagub Kepri untuk Pemudik, Nyanyang, : Pastikan Instalasi Listrik, Air dan Gas Aman Sebelum Mudik Lebaran

Setiap program, kata dia, harus memiliki target, indikator keberhasilan, penanggung jawab, jadwal pelaksanaan dan hasil yang dapat diukur.

“Kita harus membangun budaya kerja: satu program, satu target, satu penanggung jawab, dan satu ukuran keberhasilan,” katanya.

Menurutnya, pola tersebut penting agar setiap program Kadin dapat dipantau, dievaluasi dan dipertanggungjawabkan.

Selain agenda program kerja, Mustava juga menekankan pentingnya penguatan organisasi dari dalam. Hal itu mencakup pembangunan database anggota, peningkatan pelayanan kepada anggota, penguatan Kadin kabupaten/kota serta komunikasi antarb idang dan komite.

Ia juga mengajak seluruh pengurus meninggalkan pola kerja yang berjalan sendiri-sendiri.

BACA JUGA:  Kadin Kepri Bidik Gelombang Investasi Baru, Anindya Bakrie Minta FTZ Dipasarkan Lebih Agresif

“Kita bangun Kadin Kepri sebagai satu kesatuan organisasi, dengan satu visi, satu arah dan satu semangat untuk memajukan dunia usaha dan perekonomian Kepulauan Riau,” katanya.

Tiga Target Utama Rapimprov

Mustava menyebut ada tiga hal utama yang diharapkan dapat dihasilkan melalui Rapimprov Kadin Kepri 2026.

Pertama, konsolidasi organisasi, sehingga seluruh jajaran Kadin memiliki pemahaman dan arah gerak yang sama.

Kedua, program kerja yang konkret dan terukur, bukan sekadar rencana yang baik di atas kertas.

Ketiga, rekomendasi dunia usaha kepada pemerintah dan Kadin Indonesia, sehingga aspirasi pelaku usaha Kepri dapat disampaikan secara konstruktif dan menjadi bagian dari solusi pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.

BACA JUGA:  DPRD Kepri Dorong Produk Kelautan Jadi Andalan UMKM Tembus Pasar Global

“Kita bicara berdasarkan data, merumuskan berdasarkan kebutuhan, bekerja berdasarkan prioritas dan bergerak berdasarkan hasil,” kata Mustava.

Ia juga mengajak seluruh pengurus menjadikan Kadin Kepri sebagai rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha, mulai dari pengusaha besar, menengah, UMKM, pengusaha muda, asosiasi hingga seluruh insan dunia usaha di Kepri.

“Kadin bukan hanya sebuah organisasi. Kadin adalah rumah kita bersama,” ujarnya.

Mustava berharap seluruh pengurus dapat mengesampingkan sekat kepentingan pribadi maupun kelompok dan menyatukan pengalaman, jaringan serta sumber daya untuk memperkuat organisasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *