Jensen Huang Ungkap Alasan Nvidia Dominasi Industri AI Global

Nvidia Hadapi Sorotan Circular Deals

Besarnya pengaruh Nvidia di industri AI turut memunculkan pertanyaan mengenai praktik bisnis kontroversial yang dikenal sebagai circular deals.

Praktik tersebut merujuk pada pola ketika Nvidia berinvestasi pada sebuah perusahaan yang kemudian membeli kembali produk Nvidia. Pola serupa sebelumnya pernah dikaitkan dengan jatuhnya perusahaan infrastruktur telekomunikasi generasi sebelumnya seperti Lucent Technologies.

Huang membantah tudingan tersebut dengan nada bercanda. Ia menyebut Nvidia hanya menyuntikkan sedikit dana, tetapi memperoleh pengembalian yang jauh lebih besar dari investasinya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  PLN Batam Lakukan Penjualan Renewable Energy Certificate Pertama kepada PT Volex Indonesia

Ia juga menegaskan bahwa Nvidia selalu memastikan perusahaan yang mendapat pendanaan telah memiliki kontrak nyata yang menghasilkan pendapatan dari pelanggan sebelum Nvidia memutuskan untuk berinvestasi.

Pertumbuhan AI Banyak Ditopang Startup

Meski demikian, sejarah industri teknologi menunjukkan bahwa bisnis besar pada akhirnya tetap berpotensi menghadapi disrupsi.

Huang sendiri mengakui bahwa sebagian besar pertumbuhan AI saat ini justru datang dari startup AI native. Perusahaan-perusahaan tersebut menghabiskan sebagian besar dana besar yang berhasil mereka kumpulkan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan AI mereka sendiri.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun Nvidia memiliki posisi kuat dalam ekosistem AI global, perkembangan industri tetap bergerak dinamis seiring munculnya perusahaan dan teknologi baru.

BACA JUGA:  Sidak ke PT. ASL Shipyard Indonesia, Amsakar Tegaskan Komitmen Penanganan Korban dan Evaluasi Keamanan

SUMBER: BISNIS INDONESIA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *