Nvidia Hadapi Sorotan Circular Deals
Besarnya pengaruh Nvidia di industri AI turut memunculkan pertanyaan mengenai praktik bisnis kontroversial yang dikenal sebagai circular deals.
Praktik tersebut merujuk pada pola ketika Nvidia berinvestasi pada sebuah perusahaan yang kemudian membeli kembali produk Nvidia. Pola serupa sebelumnya pernah dikaitkan dengan jatuhnya perusahaan infrastruktur telekomunikasi generasi sebelumnya seperti Lucent Technologies.
Huang membantah tudingan tersebut dengan nada bercanda. Ia menyebut Nvidia hanya menyuntikkan sedikit dana, tetapi memperoleh pengembalian yang jauh lebih besar dari investasinya.
Ia juga menegaskan bahwa Nvidia selalu memastikan perusahaan yang mendapat pendanaan telah memiliki kontrak nyata yang menghasilkan pendapatan dari pelanggan sebelum Nvidia memutuskan untuk berinvestasi.
Pertumbuhan AI Banyak Ditopang Startup
Meski demikian, sejarah industri teknologi menunjukkan bahwa bisnis besar pada akhirnya tetap berpotensi menghadapi disrupsi.
Huang sendiri mengakui bahwa sebagian besar pertumbuhan AI saat ini justru datang dari startup AI native. Perusahaan-perusahaan tersebut menghabiskan sebagian besar dana besar yang berhasil mereka kumpulkan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan AI mereka sendiri.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun Nvidia memiliki posisi kuat dalam ekosistem AI global, perkembangan industri tetap bergerak dinamis seiring munculnya perusahaan dan teknologi baru.
SUMBER: BISNIS INDONESIA
