Industri Batam Hadapi Tekanan Ganda, Krisis Bahan Baku dan BBM Mahal. Ini Penjelasan Ekonom Suyono

Ketua ISEI Cabang Batam sekaligus Dosen Universitas Internasional Batam, Dr. Suyono Saputra
Ketua ISEI Cabang Batam sekaligus Dosen Universitas Internasional Batam, Dr. Suyono Saputra

IDNNEWS.CO.ID, Batam – Dampak konflik di Timur Tengah mulai merambat ke sektor ekonomi nasional, khususnya industri dan logistik. Gangguan pasokan bahan baku serta lonjakan harga BBM non subsidi dinilai berpotensi menekan biaya produksi hingga memicu kenaikan harga barang di pasar domestik.

Hal tersebut disampaikan Ketua ISEI Cabang Batam sekaligus dosen Universitas Internasional Batam, Dr. Suyono Saputra saat dimintai komentarnya pada Senin (20/4/2026) pagi.

Menurutnya, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah telah memicu terputusnya pasokan sejumlah bahan baku strategis, terutama untuk industri berbasis chips dan plastik.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Bupati Anambas Aneng Tutup Tempat Hiburan Malam Selama Ramadhan

Ia menjelaskan, bahan baku tersebut merupakan komponen penting bagi berbagai sektor manufaktur, mulai dari elektronik, otomotif, hingga kemasan. Ketika pasokan terganggu, pelaku industri dalam negeri harus menghadapi kelangkaan bahan sekaligus kenaikan harga impor.

“Terputusnya beberapa jenis bahan baku utama chips dan plastik sudah mulai memberikan pengaruh negatif terhadap pasokan barang di pasar domestik,” ujarnya.

Di tengah tekanan pasokan global, kebijakan harga energi domestik turut memperbesar tantangan. PT Pertamina baru saja merilis kenaikan harga BBM non subsidi, khususnya Dexlite dan Pertamina Dex, yang melonjak hingga sekitar 66 persen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *