OJK juga menaruh perhatian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan akses lebih luas terhadap layanan keuangan, termasuk pelaku UMKM, perempuan, generasi muda, serta masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Sementara untuk mendorong kemakmuran, sektor jasa keuangan diharapkan semakin berperan sebagai penggerak kegiatan produktif. Pembiayaan perlu diarahkan kepada usaha yang menciptakan lapangan kerja, memperkuat hilirisasi dan industri nasional, mendukung inovasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Tiga Amanah Strategis untuk OJK
Dalam kesempatan tersebut, Friderica juga mengingatkan semakin besarnya kepercayaan dan amanah negara kepada OJK dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Menurutnya, amanah tersebut bukan sekadar penambahan tugas dan kewenangan, tetapi merupakan kepercayaan yang harus dijaga oleh seluruh jajaran OJK.
“Bagi kita, ini bukan sekadar bertambahnya tugas dan kewenangan. Ini adalah kepercayaan negara kepada OJK yang harus kita jaga,” tegasnya.
Terdapat tiga amanah strategis yang menjadi perhatian OJK, yakni membangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS), melakukan reformasi pasar modal, serta memperkuat ekosistem pasar karbon melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).
Dalam menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan BMKS, OJK bertanggung jawab membangun pasar komoditas yang kredibel, transparan dan berintegritas. Bursa tersebut juga diharapkan mendukung terbentuknya Indonesia Reference Price untuk mineral dan komoditas strategis.
“Ini bukan semata-mata membangun sebuah bursa. Ini adalah bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pasar Indonesia di bidang Mineral dan Komoditas Strategis, untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujar Friderica.
Reformasi Pasar Modal dan Penguatan Pasar Karbon
Selain BMKS, OJK juga melanjutkan agenda reformasi pasar modal yang telah berjalan sejak awal 2026. Reformasi tersebut dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional.
Friderica mengatakan penguatan kelembagaan dan rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) harus menjadi momentum untuk membangun pasar modal yang semakin dalam, likuid, transparan, berintegritas, kompetitif, dan dipercaya investor.
Di sisi lain, OJK juga mendorong penguatan ekosistem pasar karbon melalui SRUK. Langkah tersebut dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk membangun pasar karbon nasional yang kredibel, transparan, serta terhubung dengan pasar global.
OJK memastikan sektor jasa keuangan dapat menjadi enabler dalam mempercepat pembiayaan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.
Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut diikuti seluruh pegawai OJK di Jakarta dan digelar secara serentak di 39 Kantor OJK di seluruh Indonesia.










