“Sinergi antara HKTI dan Gerakan Pramuka adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Kita tidak hanya bicara produksi pangan, tetapi juga membangun generasi muda yang memiliki keterampilan, inovasi, dan kecintaan terhadap sektor pertanian. Ini penting untuk memastikan keberlanjutan swasembada pangan nasional,” ujar Nyanyang.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan integrated farming menjadi solusi masa depan yang harus diperkenalkan sejak dini kepada generasi muda.
“Pertanian modern tidak lagi identik dengan cara konvensional. Kita dorong pemanfaatan teknologi, sistem terpadu, dan pola pikir kewirausahaan agar anak-anak muda melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan,” lanjutnya.
Momentum kerja sama ini juga tidak terlepas dari semarak kegiatan Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 yang tengah berlangsung di lokasi yang sama. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebelumnya telah resmi membuka Jamnas XII bersamaan dengan Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 pada Jumat (14/8/2026).
Mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, kegiatan ini menjadi wadah bagi ribuan generasi muda untuk mengasah keterampilan, termasuk di bidang pertanian dan teknologi tepat guna.
Jamnas XII yang berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 ini diikuti tidak kurang dari 25 ribu peserta dari seluruh Indonesia. Bahkan, kegiatan ini juga diramaikan oleh delegasi mancanegara dari negara tetangga seperti Malaysia dan Timor Leste.










