Untuk itu, HIPKI berharap melalui rapat koordinasi dan dialog berkelanjutan antara pemerintah dan pelaku usaha, dapat ditemukan titik temu kebijakan yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar.
Kebijakan tersebut diharapkan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, serta optimalisasi penerimaan daerah tanpa mematikan dunia usaha.
“Alhamdulillah, Pak Gubernur sudah mendengar dan merespons dengan baik keluhan teman-teman pengusaha pasir kuarsa. Kami berharap ke depan ada solusi yang adil, realistis, dan berkelanjutan bagi semua pihak,” pungkas Ady.
Dengan adanya komunikasi yang konstruktif ini, pelaku usaha optimistis industri pasir kuarsa Kepri dapat kembali bergairah dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (***)










