Prestasi santri dan tantangan masa depan
Peringatan Hari Santri 2026 juga menjadi panggung apresiasi bagi kreativitas dan prestasi para santri. Gubernur Ansar Ahmad, didampingi Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan.
Penghargaan diberikan kepada pemenang lomba Gurindam XII, selawat grup, pidato bahasa Arab, pidato bahasa Indonesia, pidato bahasa Inggris, serta Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak.
Apresiasi juga diberikan kepada para pemenang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat internasional di Arab Saudi dan MTQ tingkat nasional tahun 2026.
Beragam kategori tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan pesantren memiliki ruang pengembangan yang luas, mulai dari penguatan tradisi dan seni budaya Melayu, kemampuan berdakwah, penguasaan bahasa asing, hingga pembentukan kepedulian terhadap perlindungan anak.
Menariknya, Pemerintah Provinsi Kepri juga berencana menambahkan kategori lomba baru pada 2027, yakni pidato bahasa Mandarin.
Penambahan kategori tersebut menjadi dorongan agar santri terus meningkatkan kemampuan berbahasa dan memperluas wawasan. Di tengah dunia yang semakin terhubung, penguasaan bahasa asing dapat menjadi salah satu bekal bagi santri untuk berkomunikasi, menimba pengetahuan, dan memperluas peluang berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan demikian, santri diharapkan tidak hanya menjadi penjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga generasi yang siap bersaing dan berkolaborasi di tengah perubahan global.











