“Alhamdulillah, mesin wakaf hapus tato sudah terealisasi di Batam. Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk kembali melayani masyarakat,” ujarnya.
Program hapus tato ini memiliki konsep unik. Peserta tidak dikenakan biaya, namun diminta menghafal Surat Ar-Rahman sebagai bentuk komitmen dan motivasi spiritual. Meski demikian, kegiatan tetap terbuka bagi non-Muslim.
Tessa menegaskan peserta dari berbagai agama seperti Kristen, Katolik, Buddha, dan Hindu pernah mengikuti program ini di sejumlah kota. Kegiatan yang kerap digelar di masjid atau pesantren tersebut tetap diperuntukkan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Ia menambahkan, proses penghapusan tato tidak dapat dilakukan dalam satu kali tindakan, sehingga peserta biasanya perlu mengikuti beberapa sesi lanjutan.
Berani Hijrah Baik merupakan komunitas independen yang bergerak secara kolektif tanpa berada di bawah naungan yayasan tertentu. Seluruh kegiatan didukung melalui kontribusi sukarela masyarakat.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi masih dapat membantu melalui donasi kebutuhan medis, konsumsi relawan, maupun sedekah langsung melalui panitia di Masjid Bukit Indah Sukajadi atau pengurus komunitas di Batam.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang perubahan positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan melalui aksi sosial yang inklusif. (Iman Suryanto)









