Gurindam Tadbir Pemimpin (Tujuh Pasal)

Karya : Osman Hasyim

Pasal Pertama: Sifat Adil dan Teguhnya Hukum

Jika hukum dipandang ringan,
Negeri runtuh dalam angan.
Apabila adil menjadi dasar,
Daulat bersemi makinlah besar.
Jikalau timbangan sudah senget,
Alamatlah rakyat mengucap ranyut.
Hukum yang tegak tiada berpilih,
Membuat negeri segera pulih.
Siapa memandang bulu dan rupa,
Kasihnya rakyat kan hilang rupa.
Apabila benar dijadikan salah,
Di situlah murka turun membelah.
Teguh adilnya seorang penghulu,
Menjadi sebutan zaman berhulu.

Bacaan Lainnya

Pasal Kedua: Tanggung Jawab dan Memegang Amanah

Tanda orang memegang amanah,
Pantang rakyat dibuat merana.
Siapa culas memegang janji,
Lambat laun dibuang keji.
Apabila sumpah dipandang mudah,
Kehormatan diri jatuh ke ludah.
Memegang kemudi janganlah lalai,
Supaya haluan tidak terurai.
Beban di pundak hendaklah ingat,
Janganlah diganti dengan khianat.
Jika amanah teguh di dada,
Segala fitnah tiada kan membeda.
Tiada berguna mahkota emas,
Jikalau janji dilepas cemas.

Pasal Ketiga: Kerendahan Hati dan Mendengar Sembah

Hendaklah nakhoda mendengar sembah,
Supaya bahtera tidaklah rebah.
Jikalau pemimpin menutup telinga,
Alamatlah negeri tiada berbunga.
Janganlah tinggi karena pangkat,
Duduklah sama mencari mufakat.
Apabila rundingan tiada dipakai,
Banyaklah perkara menjadi sangkai.
Suara yang kecil jangan dibuang,
Di sanalah kadang petunjuk beruang.
Siapa enggan mendengar tegur,
Jatuhnya nanti sangatlah lebur.
Pemimpin yang bijak mencari kata,
Supaya rakyat terhapus air mata.

Pos terkait