“Perusahaan bisa memfilter calon tenaga kerja lokal. Ini sesuai komitmen kita agar tenaga kerja Batam terserap lebih banyak. Kami sudah informasikan ke anggota APINDO untuk memanfaatkan portal ini dalam proses rekrutmen,” tambahnya.
Dengan demikian, ia berharap akan tercipta matching yang lebih baik antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja, sehingga peluang kerja lebih mudah diakses oleh masyarakat.
APINDO Batam juga mengapresiasi langkah BP Batam yang kini turut terlibat langsung dalam pengelolaan urusan ketenagakerjaan, tidak hanya fokus pada investasi.
“Ada tambahan ‘mesin baru’. Kalau sebelumnya penuh di Disnaker, sekarang BP Batam sudah ikut membantu percepatan penyerapan tenaga kerja. Harapannya tingkat pengangguran di Batam bisa ditekan seminimal mungkin,” tegas Rafky.
Ia menambahkan, peningkatan ekonomi Batam harus memberikan dampak menyeluruh, tidak hanya bagi pelaku investasi tetapi juga bagi para pekerja dan pencari kerja lokal.
Rafky pun mengajak seluruh stakeholders ketenagakerjaan untuk bersinergi dan memanfaatkan portal MANTAP sebagai wadah utama rekrutmen tenaga kerja di Batam. (Iman Suryanto)









