IDNNEWS.CO.ID, Batam – Tingkat keterisian hunian relokasi bagi nelayan terdampak pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh saat ini telah mencapai sekitar 77 persen.
Manajemen Panbil Group menargetkan seluruh hunian dapat terisi penuh dalam waktu dua pekan ke depan seiring percepatan penyelesaian fasilitas pendukung.
Perwakilan Manajemen Panbil Group, Eka Teguh Kurniawan, saat ditemui KE Group pada Kamis (21/5/2026) pagi mengatakan bahwa sebagian besar unit relokasi yang disiapkan telah ditempati warga terdampak.
“Secara umum tingkat keterisian sudah mendekati 80 persen. Saat ini tersisa sekitar 23 persen yang belum terhuni,” ujar Eka.
Ia menjelaskan, sekitar 77 persen hunian telah ditempati oleh para nelayan beserta keluarganya. Sedangkan sisa unit yang belum dihuni ditargetkan mulai terisi dalam dua minggu mendatang.
Menurut Eka, belum maksimalnya keterisian bukan karena penolakan relokasi, melainkan masih terdapat sejumlah fasilitas penunjang yang belum sepenuhnya siap.
