Junaidi menjelaskan, proyek ini didanai oleh PT ASDP Indonesia Ferry, sementara Dishub Kepri berperan dalam mendukung aspek legalitas dan perizinan.
Dengan adanya tambahan dermaga, operasional kapal Roro di lintasan Tanjung Uban–Punggur, Batam, akan menjadi jauh lebih efisien. Dua kapal yang selama ini harus bergantian sandar nantinya dapat beroperasi secara bersamaan tanpa harus menunggu giliran.
“Selama ini kapal harus antre di laut sebelum sandar, sehingga memicu keterlambatan. Dengan dua dermaga, proses bongkar muat penumpang dan kendaraan akan lebih cepat,” jelasnya.
Selain meningkatkan efisiensi waktu, proyek ini juga diharapkan mampu mengurai kepadatan yang kerap terjadi di pelabuhan, terutama saat akhir pekan dan hari besar keagamaan.
Jalur penyeberangan Tanjung Uban–Batam sendiri merupakan salah satu rute tersibuk di Kepri, yang menopang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat antar pulau.
“Penambahan dermaga ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur transportasi sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya di wilayah Kepulauan Riau yang sangat bergantung pada konektivitas laut, ” Jelasnya. (Iman Suryanto)










