Deepfake dan Influencer Palsu Ancam Investor, BEI Dorong Penguatan Literasi Keuangan

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) membawa perubahan besar dalam dunia investasi. Teknologi ini semakin memudahkan masyarakat memperoleh informasi, mempelajari saham, hingga memahami berbagai instrumen keuangan.

Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul ancaman baru yang perlu diwaspadai investor. Teknologi AI kini berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan digital untuk menjalankan berbagai modus penipuan investasi, mulai dari manipulasi video dan suara hingga pembuatan dokumen keuangan palsu.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kepulauan Riau, Indra Novita, mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dalam menyikapi informasi dan promosi investasi yang beredar di media sosial.

Bacaan Lainnya

Salah satu modus yang menjadi perhatian adalah penggunaan teknologi deepfake, yakni teknik manipulasi gambar, video, maupun suara berbasis AI yang mampu meniru sosok seseorang hingga terlihat dan terdengar meyakinkan.

Menurut Novita, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan pelaku penipuan untuk mencatut wajah dan suara tokoh publik seolah-olah memberikan rekomendasi saham atau menawarkan produk investasi dengan iming-iming keuntungan besar.

“Dalam praktik penipuan investasi, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meniru wajah dan suara tokoh publik yang seolah-olah merekomendasikan saham atau menawarkan keuntungan besar. Selain itu, investor juga perlu mencermati keberadaan influencer sintetis, dokumen investasi palsu, serta materi promosi keuangan yang dibuat menggunakan AI untuk membangun kepercayaan masyarakat,” katanya, Senin (2/11/2026) pagi.

Pos terkait