Pesan kewaspadaan tersebut juga menjadi bagian dari kampanye World Investor Week (WIW) 2026.
Melalui kegiatan Ring the Bell for Financial Literacy 2026 yang diselenggarakan BEI pada 14 Oktober 2026, edukasi investor mengangkat tiga isu utama, yakni Investor Resilience, Digital Deception, dan Scam Alert.
Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum BEI, Umi Kulsum, menekankan bahwa kemampuan memverifikasi informasi dan menjaga keamanan data pribadi menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan investor di tengah perkembangan teknologi digital.
“Investor yang waspada selalu memverifikasi informasi dan menjaga keamanan datanya,” ujarnya.
Selain memastikan keaslian informasi investasi, masyarakat juga diminta memperkuat perlindungan akun keuangan dengan tidak membagikan informasi rekening, kata sandi, maupun kode keamanan kepada pihak yang tidak terverifikasi.
Penggunaan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun serta mengaktifkan autentikasi dua faktor (two-factor authentication) juga menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko pembobolan akun.
Apabila menemukan indikasi penipuan investasi, masyarakat diimbau segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
BEI berharap peningkatan literasi dan kewaspadaan digital dapat membantu masyarakat menjadi investor yang lebih cerdas, mandiri, dan tidak mudah terjebak dalam berbagai modus penipuan berkedok investasi.(iman)
