Dari Outsourcing hingga Pajak THR, Ini Agenda Besar Buruh di May Day 2026

IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA – Perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dipastikan menjadi panggung besar penyampaian aspirasi pekerja. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memaparkan sedikitnya 11 tuntutan utama yang akan disuarakan dalam aksi di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Presiden KSPI, Said Iqbal, menegaskan May Day bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis menyampaikan harapan buruh kepada pemerintah. Ia menyebut sejumlah isu bahkan telah mendapat respons langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan selama 1,5 jam pada 28 April 2026.

“May Day bukan sekadar seremoni. Ini momentum menyampaikan tuntutan buruh, dan beberapa isu sudah mendapat penegasan Presiden,” ujar Said Iqbal dalam konferensi pers daring.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Pertamina Proyeksikan Kebutuhan BBM di Momen Nataru Meningkat 5 Persen

Dalam momentum tersebut, KSPI menyoroti berbagai isu ketenagakerjaan dan ekonomi nasional, antara lain:
1. Mendesak pengesahan RUU Ketenagakerjaan baru yang lebih melindungi pekerja.
2. Penghapusan sistem kerja outsourcing serta penolakan praktik upah murah.
3. Antisipasi dampak konflik global yang berpotensi memicu PHK massal.
4. Reformasi perpajakan dengan kenaikan PTKP menjadi Rp7,5 juta serta penghapusan pajak THR, JHT, pesangon, dan pensiun.
5. Pengesahan RUU perampasan aset untuk memperkuat pemberantasan korupsi.

HALAMAN BERIKUTNYA…

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *