Dari Outsourcing hingga Pajak THR, Ini Agenda Besar Buruh di May Day 2026

6. Perlindungan industri dalam negeri, khususnya sektor tekstil dan nikel, serta moratorium industri semen akibat oversupply.
7. Ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 190 tentang penghapusan kekerasan di tempat kerja.
8. Penurunan potongan tarif ojek online menjadi 10%.
9. Revisi UU Nomor 2 Tahun 2004 tentang penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
10. Pengangkatan guru dan tenaga honorer PPPK paruh waktu menjadi ASN penuh.
11. Penguatan peran negara dalam kepemilikan aplikasi transportasi daring untuk melindungi pengemudi.

KSPI memutuskan memusatkan perayaan May Day di Monas bersama Presiden dan berbagai elemen serikat pekerja. Keputusan memindahkan aksi dari DPR RI diambil setelah pemerintah membuka ruang dialog langsung dengan buruh.

BACA JUGA:  Airlangga: Risiko Ekonomi 2026 Sudah Price In, Indonesia Masuki Zona Optimisme

Sekitar 50 ribu massa KSPI diperkirakan hadir di Monas, sementara total buruh yang merayakan May Day di Jakarta diprediksi mencapai 100 ribu orang. Secara nasional, peringatan juga digelar serentak di 38 provinsi dan lebih dari 350 kota, didukung Partai Buruh.

Bacaan Lainnya

Said Iqbal mengimbau seluruh peserta menjaga ketertiban selama aksi berlangsung. “Kami mengajak buruh merayakan May Day dengan semangat perjuangan, damai, dan tidak anarkis,” tegasnya.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *