IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mulai memproses penentuan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif untuk menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 25 Juli 2026. Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat tiga nama yang masuk dalam bursa calon Gubernur BI dan akan dipertimbangkan untuk diajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Ketiga nama tersebut adalah Muliaman Darmansyah Hadad, Destry Damayanti, dan Aida S. Budiman. Hingga kini, Istana Kepresidenan belum memberikan keterangan resmi mengenai siapa yang akan dipilih sebagai calon tunggal.
Sesuai Undang-Undang Bank Indonesia, Presiden memiliki kewenangan mengusulkan calon Gubernur BI kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan sebelum ditetapkan secara resmi.
Sementara proses penunjukan berlangsung, jabatan Gubernur BI diemban oleh Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI. Destry juga masih menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Muliaman Hadad Berbekal Pengalaman di BI dan OJK
Muliaman Darmansyah Hadad merupakan salah satu nama yang paling berpengalaman di sektor keuangan nasional. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner pertama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2012–2017.
Sebelumnya, sebagian besar kariernya dibangun di Bank Indonesia, mulai dari staf hingga Deputi Gubernur BI. Setelah menyelesaikan tugas di OJK, Muliaman dipercaya menjadi Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein.
Pada pemerintahan Presiden Prabowo, ia kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Selain aktif di sektor pemerintahan, Muliaman juga dikenal sebagai akademisi dan pernah menjadi Komisaris Independen PT Astra International Tbk serta Komisaris Utama Independen PT Bank Syariah Indonesia Tbk.










