Cadangan Devisa Indonesia Turun Tipis pada Juli 2026, BI Pastikan Stabilitas Ekonomi Tetap Terjaga

IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 sebesar US$145,3 miliar atau setara sekitar Rp2.606 triliun (kurs JISDOR 31 Juli 2026 sebesar Rp18.058 per dolar AS). Nilai tersebut turun tipis dibandingkan posisi akhir Juni 2026 yang mencapai US$145,6 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Di sisi lain, penurunan tersebut sebagian tertahan oleh masuknya penerimaan pajak, penerimaan jasa, serta hasil penerbitan global bond pemerintah.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Kepala BP Batam Sambut Kunjungan Duta Besar Australia, Harapkan Investasi Meningkat

“Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia dilakukan sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat,” ujar Denny dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Meski mengalami penurunan, BI menegaskan posisi cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang sangat memadai. Cadangan tersebut setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor.

Dengan kondisi tersebut, Bank Indonesia menilai cadangan devisa masih mampu menopang ketahanan sektor eksternal, menjaga stabilitas makroekonomi, serta memperkuat sistem keuangan nasional.

BACA JUGA:  Gubernur BI Ungkap Alasan Pertahankan BI-Rate 5,75% di Tengah Gejolak Timur Tengah

BI juga optimistis ketahanan eksternal Indonesia akan tetap terjaga seiring prospek arus modal asing yang masih positif. Hal itu didukung oleh kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi domestik serta daya tarik imbal hasil investasi di Indonesia.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas sektor eksternal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Sepanjang 2026, posisi cadangan devisa memang menunjukkan tren penurunan. Dari posisi US$156,5 miliar pada akhir Desember 2025, cadangan devisa telah berkurang sekitar US$11,2 miliar hingga menjadi US$145,3 miliar pada akhir Juli 2026. Meski demikian, BI memastikan level tersebut masih berada dalam kategori aman untuk menopang kebutuhan pembiayaan eksternal Indonesia.

BACA JUGA:  OJK Investigasi Dugaan Penipuan Investasi di Purwokerto, Korban Diminta Segera Melapor

SUMBER: BISNIS INDONESIA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *