BPH Migas dan Pertamina Siapkan Penyalur BBM Satu Harga di Nias Utara

“Di Kecamatan Afulu dan Tuhemberua ini sudah ada perencanaan pembangunan penyalur BBM dengan target beroperasi tahun 2026. Pembangunan penyalur BBM ini akan lebih optimal karena tidak hanya melayani nelayan, tetapi juga konsumen pengguna dari sektor pertanian, transportasi darat, UMKM dan transportasi air yang menggunakan motor tempel. Jadi tidak hanya SPBU Nelayan, agar skala keekonomiannya masuk bagi mitra atau investor. Asas kebermanfaatannya juga lebih besar,” jelasnya. 

Saat ini, jarak antar penyalur BBM dari kecamatan Sitolu Ori ke Kecamatan Lahewa Timur adalah 17 kilometer (KM). Sementara dari Lahewa Timur ke Lahewa jarak antar penyalur BBM adalah 19,2 KM.

BACA JUGA:  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Raih 11 Penghargaan di Indonesia Green Awards 2025

“Yang terjauh adalah jarak penyalur BBM dari kecamatan Lahewa ke Kecamatan Alasa, yaitu sejauh 52,5 KM,” urai Wahyudi.

Bacaan Lainnya

Terkait hal tersebut, Wahyudi mendorong pemerintah daerah dan dinas terkait untuk mempercepat proses perizinan dan administrasi agar penyalur BBM Satu Harga di wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar, atau Terpencil (3T) ini dapat segera beroperasi sebelum Desember 2026.

BACA JUGA:  Rasa Melayu dari Batam untuk Indonesia: Ribuan Orang Siap Santap Ikan Asam Pedas Terbanyak!

Wahyudi Anas juga mengingatkan pentingnya aspek legalitas untuk mendapatkan BBM subsidi dan kompensasi negara. Nelayan diimbau untuk mengurus Surat Rekomendasi dari Dinas Perikanan melalui aplikasi XStar BPH Migas.

“Dengan Surat Rekomendasi tersebut, nelayan akan mendapatkan prioritas dan jaminan harga sesuai harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Kami minta Dinas Perikanan aktif memfasilitasi ini agar nelayan tidak lagi membeli dengan harga tinggi di pengecer,” pungkasnya.

Dukungan juga disampaikan Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto. Agar aktivitas dan perekonomian masyarakat di Nias Utara meningkat, perlu dibangun penyalur BBM Satu Harga.

“Kepulauan Nias merupakan salah satu daerah terdepan dan terluar Indonesia, di mana Program BBM Satu Harga harus menjadi perhatian khusus kita. Kalau dilihat dari posisi masing-masing SPBU, jaraknya cukup jauh. Ada yang jaraknya 19 Kilometer (KM) hingga lebih jauh dari itu. Jika lokasi BBM Satu Harga sudah memenuhi syarat, pembangunannya hendaknya dipercepat agar tidak ada lagi masyarakat yang mengeluhkan harga BBM di sini mahal,” ungkap pria yang biasa dipanggil Baher ini.

BACA JUGA:  Pertamina Cabut Hubungan Usaha 7 Pangkalan Gas di Batam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *