KLM Dorong Sektor Perumahan
Sementara itu, kebijakan makroprudensial diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu sektor yang menjadi perhatian BI adalah perumahan karena memiliki keterkaitan yang luas dengan sektor ekonomi lainnya.
Destry mengatakan, sektor perumahan memiliki forward and backward linkage yang tinggi. Pembangunan rumah tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menggerakkan warung, transportasi, perdagangan bahan bangunan, serta berbagai aktivitas ekonomi pendukung lainnya.
“Jadi interlinkage-nya itu menjadi sangat tinggi. Nah ini makanya dengan apa yang tadi kita capai, saya rasa ini menjadi hal yang sangat positif karena bahwa apa yang kami keluarkan ini ternyata memberikan dampak nyata, dampak di sektor riil, pertumbuhan sektor perumahan, dan juga tentunya untuk penciptaan lapangan kerja yang lebih besar,” jelas Destry.
Salah satu dukungan BI terhadap sektor perumahan dilakukan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).
Hingga September 2026, pemanfaatan KLM untuk sektor perumahan, real estat, dan konstruksi mencapai 1,32% atau sekitar Rp118 triliun dan telah digunakan oleh 111 bank.
Destry mengatakan, masih terdapat ruang sebesar 0,08% hingga batas KLM sebesar 1,4% yang dapat dioptimalkan untuk mendorong pembiayaan sektor tersebut.
SUMBER: KONTAN











