Selain itu, BI Kepri juga mendorong keberadaan juru sembelih halal (juleha) bagi pelaku usaha makanan agar proses produksi memenuhi standar halal secara menyeluruh.
Tidak hanya pada sisi produksi, penguatan ekonomi syariah juga dilakukan melalui digitalisasi sistem pembayaran.
Sepanjang 2025, transaksi menggunakan QRIS di Kepulauan Riau tercatat mencapai Rp11,5 triliun. Angka ini menunjukkan semakin meningkatnya adopsi pembayaran digital di tengah masyarakat.
Pada 2026, Bank Indonesia menargetkan perluasan program digitalisasi dengan “meng-QRIS-kan” pasar tradisional di berbagai wilayah Kepulauan Riau. Program ini melanjutkan implementasi QRIS di sejumlah masjid yang telah dilakukan sebelumnya.
Bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Kurma bukan sekadar agenda tahunan selama Ramadan. Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus memberdayakan UMKM.
“UMKM harus semakin tangguh. Mari kita perkuat ketahanan ekonomi Kepri agar semakin makmur dan merata,” ujarnya.
Di tengah suasana Ramadan yang identik dengan berbagi dan refleksi diri, diskusi tentang buku “Semua Bisa Kaya” seolah mengingatkan kembali bahwa kekayaan tidak hanya tentang seberapa banyak yang dimiliki, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mengelola rezeki, berbagi dengan sesama, dan merasa cukup atas apa yang diberikan.
Kalau Anda mau, saya juga bisa ubah lagi menjadi feature yang lebih “majalah style” (lebih bercerita, opening lebih kuat, dan lebih naratif) yang biasanya dipakai media untuk rubrik Ramadan atau ekonomi inspiratif. (Iman Suryanto)









