Disisi lain, Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan kehadiran layanan baru ini bukan sekadar menghadirkan transportasi massal murah, melainkan meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh pengguna jasa bandara.
Ia menegaskan bahwa akses menuju bandara harus dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Ini bukan hanya persoalan lebih murah, tetapi soal layanan. Kita harus memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa bandara dan memastikan tersedia transportasi yang dapat dijangkau semua orang,” tegas Denny.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga aspek kenyamanan dan keamanan transportasi publik agar layanan massal ini benar-benar menjadi solusi mobilitas masyarakat Batam.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Batam, Yusfa Hendri, menyebut peluncuran koridor baru ini menjadi momentum penting transformasi Batam menuju kota modern.
Menurutnya, Batam kini mulai membangun sistem konektivitas antarmoda transportasi yang menghubungkan laut, darat dan udara dalam satu ekosistem transportasi publik.
“Hari ini bukan sekadar launching koridor baru. Ini adalah bagaimana Batam membangun konektivitas antarmoda. Sekarang moda laut, darat dan udara di Batam mulai saling terhubung,” kata Yusfa.










