Trayek selanjutnya melintasi sejumlah kawasan padat aktivitas ekonomi seperti Grand BSI, Hawai Garden, Bida Asri, RS Awal Bros, Mall Batam Centre, Top 100 KDA, Mega Mall hingga kawasan Kantor Imigrasi Engku Putri.
Sistem ini juga telah terintegrasi dengan koridor lain seperti Sekupang – Batam Centre, Tanjung Uncang – Batam Centre, Jodoh – Batam Centre, Tanjung Piayu – Batam Centre hingga Punggur – Jodoh.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi, menegaskan kehadiran layanan BRT Trans Batam di kawasan bandara merupakan langkah penting dalam meningkatkan pengalaman pengguna jasa bandara atau customer experience.
Menurutnya, sebagai pintu gerbang utama Kota Batam, kualitas pelayanan bandara tidak hanya ditentukan oleh fasilitas di dalam terminal, tetapi juga bagaimana kemudahan akses masyarakat menuju dan dari bandara.
“Bandara Internasional Hang Nadim bukan hanya tempat keberangkatan dan kedatangan penumpang, tetapi wajah pertama Kota Batam. Karena itu kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan fasilitas terminal, melainkan juga kemudahan akses transportasi menuju dan dari bandara,” ujar Annang.
Ia menambahkan, hadirnya layanan BRT memberikan pilihan transportasi publik yang lebih murah, nyaman, aman dan terjangkau bagi masyarakat, wisatawan maupun pekerja di kawasan bandara.
“Kami berharap layanan ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Ini menjadi langkah awal pengembangan konektivitas transportasi publik yang semakin luas dan semakin baik di masa depan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kota Batam,” katanya.










