Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardi Winata, hadir langsung sebagai narasumber dalam kuliah umum kepariwisataan Indonesia. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan ekosistem pariwisata, budaya, hingga ekonomi kreatif sebagai sektor penopang pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini merupakan pertemuan awal. Saya menjelaskan secara umum 10 Pokok Pikiran Kebudayaan seperti bahasa, tradisi lisan, permainan rakyat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, manuskrip, seni pertunjukan, ritus, dan adat istiadat. Selain itu ada 17 subsektor ekonomi kreatif, sertifikasi, promosi, dan pemahaman destinasi wisata yang harus dikuasai anggota APM,” jelas Ardi Winata.
Sebanyak 30 anggota APM mengikuti kegiatan pembelajaran ini sebagai bagian dari penguatan wawasan di bidang pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.
APM juga berada di bawah pengawasan dan pembinaan sejumlah asosiasi pariwisata di Kepulauan Riau, yakni ASITA, ASPABRI, ASPPI, serta IPI yang menjadi founder organisasi ini.
Perwakilan Dewan Pengawas APM, Tatik Manikowati, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap penguatan SDM pariwisata lokal.
“Berdirinya APM tidak hanya tentang profesi pemandu wisata, tetapi juga mengangkat kearifan lokal, budaya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Melayu tempatan. Ini sejalan dengan cita-cita program kerja Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam. Kami berharap APM dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga ekosistem pariwisata Kepri,” ujarnya.
