Edy R Surbakti: Pariwisata Batam Tumbuh, Pelabuhan dan Sampah Jadi Titik Lemah

Pengamat pariwisata Batam dan Provinsi Kepulauan Riau yang juga menjabat sebagai Ketua Batam Tourism and Promotion Board (BTPB) periode 2024-2028, Edi R Surbakti
Pengamat pariwisata Batam dan Provinsi Kepulauan Riau yang juga menjabat sebagai Ketua Batam Tourism and Promotion Board (BTPB) periode 2024-2028, Edi R Surbakti

IDNNEWS.CO.ID, BATAM — Capaian kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam sepanjang 2025 dinilai sangat positif dan bahkan telah melampaui target. Namun, di balik angka pertumbuhan tersebut, sektor pariwisata Batam masih menyimpan persoalan mendasar, khususnya terkait infrastruktur pelabuhan dan pengelolaan lingkungan.

Pengamat pariwisata Batam dan Provinsi Kepulauan Riau yang juga menjabat sebagai Ketua Batam Tourism and Promotion Board (BTPB) periode 2024-2028, Edi R Surbakti mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Batam telah mencapai sekitar 1,29 juta kunjungan hingga Oktober 2025, sesuai target yang ditetapkan pemerintah. Secara statistik, performa pariwisata Batam terlihat impresif.

“Kalau melihat angka, pariwisata Batam kelihatan baik-baik saja. Wisatawan masuk, target tercapai, dan seolah tidak ada masalah,” ujar Edi disela-sela diskusi yang diprakarsai Forum Masyarakat Peduli Batam Maju (FMPBM) pada Senin (5/1/2026) pagi.

Bacaan Lainnya

Namun, tambahnya, realitas di lapangan justru berbanding terbalik dengan capaian tersebut. Pelabuhan-pelabuhan utama, terutama pelabuhan ferry internasional, dinilai belum mendukung aktivitas pariwisata secara optimal.

Ia menyoroti minimnya fasilitas drop-off dan pick-up bagi bus pariwisata, yang menyulitkan pelaku usaha dan wisatawan. Di Pelabuhan Internasional Batam Center, misalnya, area parkir dinilai terlalu sempit dan lebih berpihak pada operasional taksi, sementara kendaraan pariwisata hampir tidak mendapat ruang.

“Kami melihat pelabuhan di Batam ini belum pro pariwisata. Bus pariwisata kesulitan parkir, apalagi saat hujan. Wisatawan sering kebingungan harus naik dan turun di mana,” jelasnya.

Pos terkait