IDNNEWS.CO.ID, TANJUNG PINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus mempercepat program Kepri Terang bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) guna menghadirkan listrik 1×24 jam di wilayah kepulauan.
Pada tahun ini, enam pulau ditargetkan segera menikmati pasokan listrik tanpa henti—sebuah langkah strategis yang diyakini akan memperkuat pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menegaskan program tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerataan energi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, PLN akan membangun sistem hybrid berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dipadukan dengan baterai pada sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
Teknologi hybrid dipilih karena dinilai paling efektif untuk karakteristik wilayah kepulauan. Dengan sistem ini, pembangkit diesel yang sebelumnya beroperasi terbatas dapat diperkuat energi terbarukan sehingga mampu memasok listrik selama 24 jam penuh.
Saat ini, PLN masih melakukan kajian untuk menentukan titik pembangunan prioritas. Namun, salah satu wilayah yang berpeluang besar segera menikmati listrik penuh adalah Pulau Air Raja di Kelurahan Subang Mas, Kecamatan Galang, Kota Batam.
Pemerintah daerah juga terus memperkuat koordinasi dengan PLN agar proses berjalan cepat dan tepat sasaran sebagai bagian dari strategi mencapai rasio elektrifikasi 100 persen di Kepri.
“Saat ini rasio elektrifikasi di Kepri telah mencapai 98 persen,” ujar Ansar.
Tak hanya membangun pembangkit, Pemprov Kepri juga memperluas akses listrik melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis bagi masyarakat. Program ini menyasar rumah tangga di tujuh kabupaten/kota, khususnya warga yang selama ini belum menikmati listrik.
