“Artinya sudah over target. Ini juga sudah melampaui target Kepri. Tahun 2025 adalah tahun pertama kita melampaui target setelah COVID,” ungkap Ardi.
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi pelaku industri, termasuk ASITA Kepri, dalam mempromosikan destinasi dan menjaga kepercayaan pasar.
Dampaknya terhadap perekonomian daerah pun signifikan. Sekitar 24 persen Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam bersumber dari sektor hotel, restoran, dan hiburan.
Memasuki Januari 2026, tren positif masih berlanjut dengan catatan 126.000 kunjungan wisman. Angka ini dinilai sangat menggembirakan sebagai awal tahun.
Ardi menambahkan, Pemerintah Kota Batam menempatkan sektor pariwisata sebagai prioritas pembangunan. Dari 15 program prioritas kepala daerah, salah satunya berfokus pada peningkatan investasi dan pengembangan destinasi berbasis MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).
Dukungan pelaku usaha juga dinilai krusial, termasuk komitmen manajemen Batam View Beach Resort dalam mendukung berbagai agenda promosi pariwisata.
Sebagai organisasi yang menaungi sekitar 80 agen perjalanan, ASITA Kepri aktif mempromosikan destinasi Kepri di kancah internasional melalui partisipasi dalam ajang ITB Berlin dan ITB Asia.
Selain promosi global, ASITA juga menjalin kerja sama dengan Pasir Gudang Ferry Terminal untuk membuka akses masuk wisatawan melalui Terminal Ferry Nongsa Pura, Batam. Langkah ini diharapkan memperluas pintu kedatangan turis, khususnya dari Malaysia dan Singapura.
Eva memastikan hingga saat ini tidak terdapat travel warning yang berdampak pada Kepri. Ia juga menilai meningkatnya kunjungan wisatawan Singapura untuk berbelanja di Batam menjadi sinyal positif bagi perputaran ekonomi lokal.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut ditutup dengan hiburan sulap yang mengundang tawa anak-anak, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan. (***)
