Meski demikian, sejumlah pos pendapatan mengalami penyesuaian turun, terutama retribusi daerah dan pendapatan transfer dari pemerintah pusat. Penurunan tersebut dipengaruhi penyesuaian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) dan transfer antardaerah.
Pada sisi belanja, pemerintah mengusulkan anggaran meningkat menjadi Rp4,508 triliun dari sebelumnya Rp4,299 triliun atau bertambah sekitar Rp208,08 miliar.
Kenaikan belanja tersebut diarahkan untuk mendukung tema pembangunan Batam tahun 2026, yakni “Transformasi Ekonomi Berbasis Inovasi dan Investasi.”
Tema itu diwujudkan melalui lima prioritas utama, meliputi penguatan sektor unggulan berbasis pariwisata dan hilirisasi industri, percepatan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, reformasi birokrasi, serta penguatan ketahanan terhadap bencana.
“Rencana belanja pada Perubahan KUA/PPAS Tahun Anggaran 2026 diprioritaskan untuk melaksanakan program yang tertuang dalam Perubahan RKPD Tahun 2026,” kata Amsakar.
Belanja operasi meningkat menjadi Rp3,591 triliun untuk memenuhi kebutuhan operasional perangkat daerah serta pembiayaan iuran jaminan kesehatan masyarakat.
