Angka NRW Batam Turun Diposisi 19 Persen, BP Batam Ungkap Peran Besar Sambungan Ilegal

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Angka kebocoran air atau Non-Revenue Water (NRW) di Batam menjadi sorotan utama Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengungkapkan bahwa keberadaan sambungan ilegal menjadi faktor dominan yang memengaruhi distribusi air hingga ke masyarakat.

Menurut Ariastuty, saat ini tim masih melakukan pendataan karena jumlah sambungan ilegal dinilai cukup banyak dan tersebar di berbagai wilayah. Kondisi tersebut berdampak langsung pada debit air yang seharusnya diterima pelanggan resmi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  OJK Kepri Hadirkan SIMOLEK dan Business Matching di KURMA 2026, Dorong Akses Pembiayaan UMKM

“Sering kali masyarakat mengeluhkan air mati atau tidak lancar, padahal setelah dicek di hulu tidak ada masalah. Ternyata di tengah jaringan ditemukan sambungan ilegal yang mengambil aliran air,” ujarnya saat ditemui KE Group pada Kamis (2/4/2026) sore.

Ia menjelaskan, sambungan ilegal bisa terjadi di berbagai titik jaringan distribusi sehingga menyebabkan tekanan air menurun sebelum mencapai pelanggan resmi. Hal ini membuat distribusi air menjadi tidak optimal meskipun kapasitas produksi tidak bermasalah.

Ariastuty memaparkan, angka NRW Batam sempat mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Dimana awal periode mencapai 13 persen. Dan sempat melonjak hingga 24 persen. Namun saat ini telah berhasil ditekan menjadi 19 persen.

BACA JUGA:  BUP BP Batam Catatkan Kinerja Positif dengan Pertumbuhan Volume Kontainer 8 Persen

Ia menyebut penurunan dari 24 persen menjadi 19 persen merupakan hasil upaya perbaikan jaringan dan pengawasan selama satu tahun terakhir. Meski begitu, angka 19 persen masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus ditekan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *