Akademisi Batam Kritik Rencana Libatkan RT/RW Data Penunggak Pajak Kendaraan, Sebut Salah Prioritas

Akademisi sekaligus Direktur Eksekutif Batam Labor and Public Policy (BALAPI), Rikson Tampubolon
Akademisi sekaligus Direktur Eksekutif Batam Labor and Public Policy (BALAPI), Rikson Tampubolon

“Masyarakat berharap kreativitas pemerintah dalam meningkatkan pendapatan dilakukan melalui optimalisasi aset daerah, peningkatan investasi, efisiensi birokrasi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Bukan dengan menghadirkan kebijakan yang berpotensi menimbulkan keresahan di tingkat RT dan RW,” ujarnya.

Rikson menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk membangun sistem pelayanan publik yang lebih efektif dan modern.

Oleh karena itu, setiap kebijakan harus berpijak pada prinsip efisiensi birokrasi, kepastian hukum, dan perlindungan terhadap fungsi sosial RT/RW sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat, bukan sebagai perpanjangan tangan penegakan administrasi perpajakan. (Iman Suryanto)

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  'Saatnya Kepri Punya Gubernur Bermutu'

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *