Kinerja BPR/S Kepri Tumbuh Kuat, Kredit Naik 10,74 Persen hingga Juni 2026

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Industri Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR/S) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat pertumbuhan positif hingga Juni 2026. Kinerja tersebut bahkan berada di atas rata-rata nasional, didukung penguatan intermediasi, permodalan, efisiensi, serta perlindungan konsumen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya saat menerima audiensi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Kepulauan Riau Danny Tantalus bersama jajaran pengurus di Batam, Senin (10/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara OJK dan industri BPR/S dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Bea Cukai Batam Musnahkan Barang Bukti Ilegal Senilai Rp16,4 Miliar

Sinar mengapresiasi kontribusi Perbarindo Kepri dan seluruh industri BPR/S yang mampu mempertahankan pertumbuhan positif dengan tingkat risiko yang terus dikelola.

“Pertumbuhan BPR/S di Kepulauan Riau yang berada di atas nasional menunjukkan peran penting industri dalam mendukung pembiayaan masyarakat dan perekonomian daerah. Momentum ini perlu dijaga melalui penguatan intermediasi yang prudent, pemenuhan permodalan, peningkatan efisiensi, dan penguatan perlindungan konsumen,” kata Sinar.

Kredit BPR/S Kepri Tumbuh 10,74 Persen

Berdasarkan data OJK per Juni 2026, total aset BPR/S di Kepulauan Riau tumbuh 9,67 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp13,9 triliun.

Pertumbuhan juga tercatat pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 5,86 persen (yoy) menjadi Rp10,9 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK BPR secara nasional yang sebesar 2,78 persen.

BACA JUGA:  Dukung Pemerintah Pusat, PGN Batam Siapkan Jaringan Infrastruktur di Program MBG

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BPR/S di Kepri tumbuh lebih tinggi, yakni 10,74 persen (yoy) menjadi Rp11,1 triliun. Pertumbuhan tersebut jauh melampaui kredit BPR nasional yang tercatat sebesar 3,83 persen.

Pertumbuhan kredit tersebut diikuti rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 5,19 persen, lebih rendah dibandingkan NPL BPR nasional yang mencapai 12,80 persen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *