IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Di balik gemerlap lampu Kota Batam, beroperasinya kawasan industri, hingga kompor yang menyala di dapur rumah warga, terdapat jaringan infrastruktur yang jarang mendapat perhatian. Padahal, keberadaannya menjadi salah satu urat nadi kehidupan kota industri ini.
Jaringan gas milik PGN Area Batam membentang sepanjang 273 kilometer, menyalurkan energi ke berbagai kawasan industri, pembangkit listrik, hingga jaringan rumah tangga. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung pasokan energi yang menopang aktivitas ekonomi Batam selama 24 jam.
Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto saat ditemui KE Groups di ruang kerjanya pada Rabu (24/6/2026) pagi menjelaskan bahwa, jaringan tersebut bukan sekadar pipa bawah tanah biasa.
Di dalamnya mengalir gas bertekanan tinggi yang terlebih dahulu diturunkan dari sekitar 40 bar menjadi 16 bar sebelum didistribusikan ke berbagai pelanggan.
“Ini merupakan jaringan utama yang sangat vital. Tidak boleh terganggu,” ujarnya saat menjelaskan peta jaringan gas PGN di Batam.
Menurut Wendi, satu titik kerusakan pada jalur utama dapat memicu efek berantai yang sangat besar. Pasokan gas menuju pembangkit listrik bisa terhenti, menyebabkan pemadaman listrik dalam skala luas.
“Bila pipa utama ini terganggu, proses perbaikannya tidak bisa dilakukan dalam hitungan jam. Seluruh jaringan harus dikosongkan terlebih dahulu dan itu bisa memakan waktu hingga sekitar satu minggu,” jelasnya.










