IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Rendahnya minat baca di kalangan pelajar masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan literasi di Kota Batam.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, media massa hingga lembaga pendidikan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan Kota Batam, Herman Rozi, saat menghadiri peringatan World Book Day 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kepri di Kantor Perwakilan BI Kepri, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang menjadi puncak rangkaian program literasi sejak April 2026 tersebut diisi dengan bedah buku Hati yang Gembira Adalah Obat karya Sophie Navita dan diikuti lebih dari seratus mahasiswa serta pegiat literasi di Kota Batam.
Dalam kesempatan itu, Herman menegaskan bahwa peningkatan literasi tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau perpustakaan semata. Menurutnya, setiap pihak memiliki peran penting sesuai kapasitas masing-masing.
“Untuk meningkatkan literasi di Kota Batam maupun Kepri harus ada kerja sama yang kolaboratif. Tidak semua pencinta buku bisa menyediakan buku atau fasilitas literasi, tetapi setiap pihak bisa berkontribusi sesuai kemampuannya,” ujarnya.
Ia mencontohkan dukungan yang diberikan BI Kepri melalui berbagai program literasi, termasuk kegiatan bedah buku yang mampu mempertemukan masyarakat, mahasiswa, dan komunitas pencinta literasi dalam satu ruang diskusi.










