IDNNEWS.CO.ID, Batam – Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatatkan kinerja impresif sepanjang tahun 2025. Ekonomi Kepri mampu tumbuh sebesar 7,48 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional dan menunjukkan akselerasi yang kuat dari triwulan sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ardhienus, di sela-sela peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025, yang digelar pada Rabu (28/1/2026) di Lantai 3 Gedung Bank Indonesia Perwakilan Kepri.
Menurut Ardhienus, secara kumulatif hingga Triwulan III 2025, perekonomian Kepri tumbuh sebesar 6,60 persen. Capaian tersebut menjadikan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional.
“Pertumbuhan ekonomi Kepri pada 2025 terakselerasi cukup signifikan dan berada di atas rata-rata nasional. Ini mencerminkan fundamental ekonomi daerah yang semakin kuat,” ujar Ardhienus.
Kinerja positif ekonomi Kepri didorong oleh pertumbuhan sektor-sektor unggulan, khususnya industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan. Ketiga sektor tersebut memberikan kontribusi besar terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepri.
Dari sisi pengeluaran, Ardhienus menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Kepri memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan nasional. Jika secara nasional pertumbuhan lebih banyak ditopang oleh konsumsi rumah tangga, maka di Kepri investasi menjadi pendorong utama, disusul oleh konsumsi.
“Ekonomi Kepri sangat kuat ditopang oleh investasi. Ini menjadi keunggulan struktural yang perlu terus dijaga dan diperkuat,” jelasnya.
Bank Indonesia juga mencermati sejumlah sektor ekonomi potensial yang akan menjadi penggerak pertumbuhan Kepri ke depan. Salah satunya adalah sektor pariwisata, yang semakin mendapat dukungan kebijakan nasional.
Penetapan Kepri sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan dan terintegrasi oleh Kementerian Pariwisata dinilai akan memperkuat daya tarik wisata daerah, sekaligus mendorong pengembangan sektor-sektor turunan lainnya.









