376 Personel Gabungan ‘Amankan’ Bandara Internasional Hang Nadim Batam di Momen Nataru

“Kami sudah memprediksikan akan terjadi peningkatan lonjakan penumpang dan juga pesawat. Peningkatan pertama diperkirakan pada tanggal 21 Desember, lalu untuk arus baliknya pada tanggal 4 Januari,” jelasnya.

Sebagai langkah kesiapan, manajemen Bandara Hang Nadim memastikan seluruh fasilitas sarana dan prasarana telah dilakukan pengecekan secara menyeluruh. Aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran operasional penerbangan dipastikan berada dalam kondisi baik dan berfungsi normal.

“Kita sudah menyiapkan seluruh fasilitas, sudah dicek, dan kita pastikan semuanya berfungsi dengan baik dan normal. Selain itu, kami juga melakukan penebalan personel serta menyiapkan seluruh prosedur, baik prosedur harian maupun prosedur antisipasi keadaan darurat,” tambah Anton.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Modernisasi Bandara Hang Nadim: Renovasi Terminal 1 Selesai, Ekspansi Terminal 2 Dimulai

Posko Nataru Bandara Hang Nadim Batam melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain unsur CIQ (Customs, Immigration, Quarantine), TNI, Polri, BMKG, Basarnas, AirNav, serta instansi terkait lainnya. Sinergi antar-stakeholder ini menjadi kunci dalam menjaga pelayanan yang cepat, aman, dan nyaman bagi para pengguna jasa bandara.

“Kami tidak bekerja sendiri. Di posko ini banyak stakeholder yang terlibat. Harapannya, seluruh penumpang bisa kami layani dengan baik, cepat, aman, dan nyaman,” tuturnya.

Keberadaan posko Nataru ini dinilai memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Kelancaran arus penumpang di Bandara Hang Nadim tidak hanya menopang sektor transportasi udara, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perhotelan, UMKM, serta aktivitas perdagangan di Batam dan Kepulauan Riau secara umum.

BACA JUGA:  Ketua Umum BPI KPNPA RI Apresiasi Kinerja Polda Sumut Tangani Kasus Mafia Tanah di Sumut

Dengan kesiapan pengamanan, layanan, serta koordinasi lintas instansi yang optimal, Bandara Internasional Hang Nadim Batam optimistis dapat menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah pada momentum Natal dan Tahun Baru 2025/2026, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi udara nasional. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *