24 Tahun Provinsi Kepulauan Riau, Wagub Nyanyang: Satukan Langkah Majukan Seluruh Penjuru Kepri

Dalam konteks tersebut, pesan Nyanyang agar seluruh elemen memperkuat sinergi menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembangunan.

“Usia 24 tahun merupakan momentum penting bagi kita untuk terus memperkuat sinergi, menjaga keharmonisan, serta memajukan pembangunan di seluruh penjuru Kepri,” katanya.

Menjaga Identitas Melayu
Perjalanan Kepri juga tidak dapat dilepaskan dari akar sejarah dan budaya Melayu. Kawasan Kepulauan Riau memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat perkembangan kebudayaan Melayu. Jejak tersebut antara lain terlihat di Pulau Penyengat dan kawasan Tanjungpinang, serta berbagai peninggalan sejarah yang tersebar di sejumlah wilayah Kepri.

Bacaan Lainnya

Literatur mengenai sejarah Kepri juga mencatat panjangnya perjalanan kawasan ini sejak masa kerajaan Melayu hingga Kesultanan Riau-Lingga.

Karena itu, pembangunan modern di Kepri berjalan berdampingan dengan upaya mempertahankan identitas budaya.

Pemerintah Provinsi Kepri menggunakan semboyan “Berpancang Amanah, Bersauh Marwah”, yang menjadi bagian dari identitas pembangunan daerah dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya Melayu.

Bagi Nyanyang, kemajuan ekonomi dan pembangunan harus berjalan bersama dengan keharmonisan sosial serta pelestarian nilai-nilai budaya yang menjadi bagian dari karakter masyarakat Kepri.

Momentum Hari Jadi ke-24 pun diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat rasa memiliki terhadap provinsi yang terbentuk dari gugusan pulau tersebut.

Pos terkait