24 Tahun Provinsi Kepulauan Riau, Wagub Nyanyang: Satukan Langkah Majukan Seluruh Penjuru Kepri

Pemerintah dan masyarakat diharapkan tidak hanya melihat pembangunan dari sisi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan daerah menghadirkan pemerataan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Membangun Kepri dari Pulau ke Pulau

Dua puluh empat tahun setelah ditetapkan sebagai provinsi, tantangan Kepri tetap memiliki karakter yang khas. Jarak geografis antarpulau, ketergantungan pada konektivitas laut dan udara, serta posisi sejumlah wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga membutuhkan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Pembangunan Kepri ke depan tidak cukup hanya mengandalkan satu atau dua pusat ekonomi. Potensi setiap kabupaten dan kota perlu dikembangkan sesuai karakter wilayah masing-masing.

Batam dengan basis industri dan perdagangan, Bintan dengan pariwisata dan industri, Karimun dengan aktivitas maritim dan industri, Natuna serta Anambas dengan potensi kelautan dan perikanan, Lingga dengan sumber daya alam dan potensi ekonomi berbasis masyarakat, serta Tanjungpinang sebagai pusat pemerintahan dan kebudayaan, merupakan bagian dari mata rantai pembangunan Kepri.

Konektivitas antarpulau kemudian menjadi pengikat seluruh potensi tersebut. Ketika konektivitas semakin baik, mobilitas masyarakat, distribusi barang, akses pendidikan dan kesehatan, serta aktivitas ekonomi dapat berkembang lebih luas.

Di sisi lain, pemerataan pembangunan juga menjadi penting agar masyarakat di pulau-pulau kecil tidak tertinggal dibandingkan wilayah perkotaan.

Memasuki usia ke-24, Nyanyang mengajak masyarakat Kepri untuk melihat masa depan dengan semangat kebersamaan.

Pos terkait