Wakaf Tanah dan Bangunan 300 M² Diserahkan untuk Program Karantina Al-Qur’an di Pulau Belakang Padang

IDNNEWS.CO.ID, BATAM, 4 September 2026 — Gerakan perwakafan di Kota Batam kembali menunjukkan geliat positif. Yayasan Noer Cinta Kasih Barokah menyerahkan sebidang tanah berikut bangunan seluas 300 meter persegi yang beralamat di Pelantar, Tanjung Sari, Pulau Belakang Padang, kepada Nazhir Yayasan Islam Al-Fauzan Batam untuk mendukung program Karantina Al-Qur’an.

Penyerahan wakaf dari badan hukum Yayasan Noer Cinta Kasih Barokah kepada badan hukum Yayasan Islam Al-Fauzan Batam tersebut dilakukan oleh Ketua Yayasan Noer Cinta Kasih Barokah, Muhammad Herzan, didampingi Pembina Drs. Azman, MP., kepada Ketua Yayasan Islam Al-Fauzan Batam, Dr. Asbui, M.Pd.

Penyerahan tersebut disaksikan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) KUA Kecamatan Belakang Padang, Abdul Majid, S.Sy., serta Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Batam, Drs. H. Buralimar, M.Si.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Villa Panbil Perkuat Branding Hunian Ekslusif melalui Property 'Walk&Talk'

Dari jajaran BWI Kota Batam turut hadir Ir. Moch. Arief, CWC, selaku Dewan Pertimbangan (Wantim) BWI sekaligus Plt. Sekretaris, serta Dr. Syarifah Noermawati selaku Humas sekaligus Plt. Bendahara BWI Kota Batam.

Penyerahan tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam pengembangan perwakafan di Kota Batam. Wakaf yang berasal dari badan hukum kemudian dikelola oleh nazhir badan hukum lainnya untuk sebuah program yang telah berjalan, yakni Karantina Al-Qur’an.

Hal ini menunjukkan bahwa aset wakaf dapat diarahkan untuk memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Ketua BWI Kota Batam, Drs. H. Buralimar, M.Si., mengapresiasi langkah Yayasan Noer Cinta Kasih Barokah dan Yayasan Islam Al-Fauzan Batam.

BACA JUGA:  Sambut Perubahan, Masyarakat Tanjungpinang Siap Menangkan Muhammad Rudi - Aunur Rafiq di Pilgub

Menurutnya, sinergi antara wakif, nazhir, PPAIW dan BWI merupakan bagian penting dalam membangun tata kelola perwakafan yang semakin tertib, transparan dan produktif.

Momentum tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pendataan dan pemetaan aset-aset wakaf di Kota Batam. BWI Batam mendorong agar aset wakaf yang telah ada dapat terdata dengan baik, memiliki kepastian administrasi dan hukum, serta diketahui peruntukan dan pengelolaannya sehingga manfaat wakaf dapat terus dirasakan masyarakat.

Wakaf Harus Berikan Manfaat Berkelanjutan

Wakaf tidak berhenti pada proses penyerahan aset. Lebih dari itu, wakaf merupakan amanah untuk menghadirkan kemanfaatan yang terus mengalir.

Karena itu, keberadaan nazhir yang amanah, profesional dan mampu mengembangkan aset wakaf menjadi faktor penting agar tujuan wakaf benar-benar terwujud.

BACA JUGA:  Bahas Sinergi Layanan Kesehatan, Direktur RSBP Batam Terima Kunjungan Wakapuskes TNI

Penyerahan tanah dan bangunan di Pulau Belakang Padang ini diharapkan menjadi bagian dari tumbuhnya kesadaran masyarakat dan badan hukum untuk mengembangkan wakaf.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *