IDNNEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG — Ada hal-hal kecil di rumah sakit yang sering luput dari perhatian, namun justru paling menentukan kenyamanan dan keselamatan pasien: suhu ruangan yang stabil, lantai yang tidak licin, hingga toilet yang bersih dan sesuai standar.
Detail-detail itulah yang menjadi sorotan utama Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, saat meninjau proyek rehabilitasi Gedung RSUD Raja Ahmad Thabib, Selasa (1/9/2026).
Di tengah aktivitas pekerja yang masih sibuk merapikan plafon dan menyusun ulang keramik lantai, Nyanyang tidak hanya melihat progres fisik semata. Ia berhenti cukup lama di beberapa titik—menyusuri ramp, menatap detail teras lobi, hingga memeriksa kondisi toilet yang tengah diperbaiki. Baginya, rehabilitasi rumah sakit bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan soal menghadirkan layanan kesehatan yang layak bagi masyarakat.
“Kita ingin memastikan semua sesuai spesifikasi. Dari yang terlihat besar sampai yang sering dianggap kecil, seperti toilet dan pendingin ruangan,” ujarnya.
Proyek rehabilitasi ini menelan anggaran Rp19,98 miliar, bagian dari skema pinjaman daerah Pemprov Kepri sebesar Rp400 miliar. Dana tersebut difokuskan pada pembenahan interior, termasuk plafon, lantai, hingga sistem pendingin udara (AC) yang menjadi tulang punggung kenyamanan ruang perawatan.
Di ruang-ruang tertentu, suhu udara bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan standar medis. Itulah sebabnya, pemasangan AC sentral baru menjadi prioritas utama.
Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, menyebut hampir separuh anggaran terserap untuk pekerjaan di lantai satu terutama instalasi AC.
“Bobot terbesar itu di AC, hampir 50 persen. Selain itu, kita ganti keramik lantai, perbaikan toilet, dan plafon di sejumlah titik,” jelasnya.
Bagi Nyanyang, kualitas proyek tidak boleh berhenti pada tampilan akhir. Ia menegaskan bahwa seluruh pekerjaan harus merujuk pada standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, terutama untuk fasilitas krusial seperti toilet dan sistem ventilasi.
Toilet rumah sakit, misalnya, harus memenuhi standar higienitas, aksesibilitas, hingga keamanan bagi pasien dan tenaga medis. Begitu juga dengan AC, yang harus mampu menjaga kualitas udara tetap bersih dan stabil.
