Wagub Nyanyang: Industri Valas Punya Peran Vital bagi Ekonomi Perbatasan Kepulauan Riau

“Kondisi ini menuntut seluruh pelaku usaha untuk terus beradaptasi dan berinovasi agar mampu bersaing sekaligus tetap patuh terhadap ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Melalui pelaksanaan Munas ini, Nyanyang berharap dapat dirumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat industri KUPVA, di antaranya penguatan sistem pengawasan dan kepatuhan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital dalam layanan usaha, serta penguatan sinergi dengan pemerintah dan lembaga terkait.

“Melalui Munas ini, kami berharap lahir rumusan strategis yang mampu memperkuat industri KUPVA, baik dari sisi pengawasan, peningkatan kompetensi, hingga pemanfaatan teknologi digital,” tambahnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Wagub Nyanyang Ajak Warga Kepri di Jabar Berkontribusi untuk Pembangunan Daerah

Nyanyang juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam mendukung iklim usaha yang kondusif, termasuk memberikan kemudahan investasi serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Nyanyang turut mengucapkan selamat kepada seluruh peserta Munas APVA ke-8, yang juga menjadi momentum pemilihan kepengurusan baru APVA Indonesia masa bakti 2026–2030.

“Semoga kepengurusan yang baru nantinya semakin aktif dan berkontribusi dalam mendukung pembangunan perekonomian nasional maupun daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum APVA Indonesia Amat Tantoso menekankan pentingnya peran organisasi dalam menjaga ekosistem keuangan nasional, khususnya dalam mendukung pencegahan tindak pidana pencucian uang serta menjaga kedaulatan rupiah sebagai mata uang resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

BACA JUGA:  Jumlah Transaksi dan Pengunjung BI CERNIVAL 2025 Mengalami Peningkatan

Kegiatan Munas APVA ke-8 ini diharapkan menjadi momentum penguatan organisasi sekaligus peningkatan kontribusi industri valuta asing dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. (fik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *