Wagub Nyanyang Dorong Pasar Murah HKTI Kepri Rutin Tiap Dua Pekan

Menurutnya, peningkatan produksi pangan lokal juga dibutuhkan untuk mendukung berbagai program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sekolah rakyat.

Karena itu, HKTI Kepri akan berkoordinasi dengan instansi terkait di tingkat provinsi maupun kota untuk mendorong pemenuhan kebutuhan pangan, baik nabati maupun hewani, dari sumber produksi yang tersedia di daerah.

Penguatan rantai pasok pangan lokal diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani sekaligus membantu menjaga kesinambungan pasokan bagi berbagai program pemerintah.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Pameran The 8th IMOX, Ketua DPRD Batam Tegaskan Dukungannya Terhadap Industri Maritim

Libatkan 40 UMKM, Perluas Pasar Produk Lokal

Ketua HKTI Kota Tanjungpinang, M. Sadmi Alqoyum, mengatakan Gerbang Pangan dan Wisata Kuliner memiliki tiga tujuan utama, yakni menghadirkan pasar murah, memfasilitasi pemasaran hasil pertanian, serta menyediakan ruang bagi UMKM untuk memperluas pasar.

“Kita mewadahi UMKM agar memiliki segmentasi pasar untuk melakukan penjualan,” ujar Sadmi.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 40 UMKM. Ke depan, HKTI Kota Tanjungpinang berencana memperluas pelaksanaan kegiatan ke kawasan Bintan Center, tepatnya di area food street, dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha dan komunitas masyarakat.

Ekspansi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran produk lokal sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai kawasan Kota Tanjungpinang.

BACA JUGA:  Grand Mercure Batam Centre Maksimalkan Momentum Ramadan Lewat Program 'Ruang Rasa'

Tidak hanya berfokus pada pedagang kuliner, HKTI juga merencanakan penyediaan stan khusus bagi petani agar mereka dapat menjual hasil pertanian secara langsung kepada masyarakat.

“Mungkin nanti ke depannya kita juga akan membuat satu stan agar petani bisa menjual produknya,” kata Sadmi.

Melalui Gerbang Pangan dan Wisata Kuliner, HKTI Kepri berharap tercipta keterhubungan yang lebih kuat antara petani, pelaku UMKM, distributor, dan konsumen.

Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak berhenti pada penyediaan bahan pangan murah, tetapi juga membuka peluang pemasaran hasil pertanian, memperluas pasar UMKM, serta memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Kepulauan Riau.(Iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *