Kondisi geografis berupa wilayah kepulauan yang tersebar membuat akses terhadap layanan pendidikan berkualitas menjadi tidak merata. Karena itu, pembangunan Sekolah Rakyat di Natuna dinilai sebagai langkah strategis untuk memperpendek kesenjangan tersebut.
Pemerintah Kepri memposisikan proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik sekolah, melainkan sebagai pusat pengembangan SDM yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat lokal.
Nyanyang juga mengungkapkan, pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya dilakukan di Natuna. Pemerintah juga menyiapkan proyek serupa di dua wilayah lain, yakni Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kota Tanjungpinang.
Ketiga proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026, sebagai bagian dari program prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Insyaallah tahun ini ada tiga Sekolah Rakyat yang dibangun, yaitu di Natuna, Anambas, dan Tanjungpinang. Ini menjadi bagian dari upaya kita meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Lebih jauh, Nyanyang menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari pendekatan pembangunan berbasis tiga pilar utama, yakni pendidikan, perlindungan sosial, dan kesehatan.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Yang ingin kita capai adalah bagaimana masyarakat tidak kesulitan dalam mendapatkan pendidikan, perlindungan sosial, dan layanan kesehatan. Ketiganya menjadi kunci dalam meningkatkan IPM,” ujarnya.










