UKW KJK- UPN Veteran Yogyakarta di Kepri, Ady Indra: Pers Harus Jadi Benteng Disinformasi

Ia menegaskan wartawan tidak cukup hanya memiliki kemampuan menulis. Wartawan juga harus memahami kode etik jurnalistik, memiliki keberanian menjaga kebenaran, serta mampu mempertahankan independensi ruang redaksi.

“Ikuti ujian ini dengan mental petarung, jaga integritas, dan buktikan bahwa kalian adalah wartawan-wartawan yang berani, tangguh, beretika, andal, dan berkelas,” katanya.

Salah satu perhatian dalam sambutan Ady adalah pentingnya sinergi antara pers dan aparat penegak hukum dalam menghadapi ancaman disinformasi, khususnya di era digital.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Kargo Haji 2026 Pos Indonesia Tembus 266,8 Ton, Kepercayaan Jemaah Terus Meningkat

Ia menyoroti kehadiran Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, SIK, M.H., M.Si dan menyampaikan materi tentang Sinergi Polri Dan Pers dalam Mewujudukan Keamanan Siber Dan Menangkal Disinformasi Dan Wilayah Perbatasan dalam pembukaan UKW tersebut sebagai momentum penting bagi hubungan pers dan Polri di Kepulauan Riau.

“Kehadiran beliau mencatatkan sejarah bagi Kepulauan Riau. Ini adalah UKW pertama di Kepulauan Riau yang menghadirkan jenderal bintang dua guna membuka acara ini secara resmi,” kata Ady.

Menurutnya, Kepulauan Riau memiliki posisi strategis karena berada di wilayah terdepan Indonesia dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara.

Kondisi tersebut membuat tantangan informasi di wilayah perbatasan menjadi semakin kompleks. Karena itu, pers dinilai memiliki peran penting dalam menyajikan informasi yang akurat sekaligus menangkal penyebaran informasi palsu.

BACA JUGA:  HGB Jadi SHM, Penantian Panjang Batam Bebas dari UWTO

“Sinergitas Polri dan pers dalam mewujudkan keamanan siber dan menangkal disinformasi adalah langkah yang sangat strategis,” ujarnya.

“Pers adalah benteng pertahanan terakhir melawan disinformasi bangsa,” lanjutnya.

Ady berharap UKW Angkatan I KJK tidak berhenti pada pencapaian sertifikasi kompetensi, tetapi menjadi titik awal lahirnya wartawan Kepri yang semakin profesional dan mampu menjaga marwah pers.

Ia juga mengingatkan peserta bahwa pena jurnalistik memiliki tanggung jawab besar terhadap publik.

“Pena kalian adalah senjata untuk meluruskan yang bengkok dan menyuarakan yang bungkam,” kata Ady.

UKW Angkatan I KJK bersama UPN “Veteran” Yogyakarta berlangsung selama dua hari, 29-30 Agustus 2026, dengan peserta dari berbagai jenjang kompetensi wartawan. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *