Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, mengatakan pertumbuhan pendapatan eksternal menjadi indikator bahwa transformasi yang dijalankan perusahaan mulai meningkatkan daya saing di industri infrastruktur telekomunikasi.
“Pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif InfraNexia menunjukkan bahwa proses bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing InfraNexia. Selain memperbesar skala bisnis, fokus kami juga terus memastikan aset dan kapabilitas yang dimiliki dapat dikelola secara lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Lukman.
Sejalan dengan peningkatan aktivitas bisnis, InfraNexia juga memperkuat kapasitas organisasinya. Jumlah karyawan meningkat dari 1.128 orang menjadi 1.338 orang selama semester I 2026 untuk mendukung kompleksitas operasional, pengembangan layanan, serta percepatan agenda transformasi perusahaan.
Lukman menegaskan semester pertama 2026 menjadi momentum penting bagi InfraNexia dalam membangun fondasi sebagai perusahaan infrastruktur digital yang semakin kompetitif. Ke depan, perusahaan akan terus meningkatkan kualitas layanan melalui inovasi, modernisasi jaringan, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pelaku industri guna mengoptimalkan pemanfaatan aset infrastruktur.
“Melalui sinergi bersama Danantara Indonesia, InfraNexia sebagai bagian dari TelkomGroup optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem digital nasional. Dengan disiplin operasional dan eksekusi transformasi yang konsisten, kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur digital yang andal, efisien, dan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Lukman.










