Pada 2023 (November–Desember), volume transaksi di Kepri tercatat 236 transaksi dengan nominal Rp124,50 juta. Tahun 2024 meningkat menjadi 5.635 transaksi dengan nominal Rp1,87 miliar.
Hingga November 2025, volume melonjak menjadi 25.735 transaksi dengan nominal Rp8,43 miliar. Secara tahunan, volume tumbuh 511 persen (yoy) dan nominal meningkat 504 persen (yoy).
Secara nasional, transaksi inbound Singapura mencapai 159.299 transaksi dengan nominal Rp51,61 miliar pada 2025.
Menurut Rony, tingginya mobilitas warga Singapura ke Batam dan Bintan menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ini.
“Dengan kemudahan QRIS cross border, wisatawan Singapura bisa langsung melakukan pembayaran menggunakan aplikasi pembayaran di negaranya. Ini meningkatkan kenyamanan sekaligus mendorong konsumsi di sektor ritel, kuliner, dan pariwisata,” ujarnya.
Rony menegaskan bahwa pertumbuhan QRIS cross border tidak hanya mencerminkan transformasi digital, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM.
